PENGARUH PERGAULAN Bab 5 kelas 11


Kompetensi Dasar:

Mengalami proses pertumbuhan sebagai pribadi yang dewasa yang memiliki karakter yang kokoh dengan pola pikir yang komprehensif dalam segala aspek

Indikator:

1)      Mampu membedakan hal-hal yang benar dan yang salah dalam pergaulan.

2)      Menyebutkan Contoh-contoh pergaulan yang merusak

3)      Menyebutkan Contoh-contoh pergaulan yang membangun

4)      Memilih dan menjadi teman yang membangun

Referensi Alkitab:

1 Kor 15:33, 1 Kor 10:23, 31. Sodom Gomora (Kej 13:13, 19:5-8), Maz 1, Ams 27:6 seorang kawan memukul dengan maksud baik, daud dan yonatan

Pengantar

Banyak yang berkata bahwa pergaulan remaja saat ini sudah sangat jauh berubah dibanding pada masa-masa sepuluh tahun silam. Remaja sekarang lebih mampu mengekspresikan emosinya, mengungkapkan perasaan tanpa sembunyi-sembunyi dan malu seperti dulu.

Sudah lumrah saat ini kita melihat remaja mengungkapkan kemarahan, sedih dan kegembiraanya dengan kata-kata yang terucap secara langsung, tanpa basa-basi seperti halnya remaja pada zaman dahulu. Dengan santai mereka bisa mengungkapkan ketidak sukaanya pada ayah atau pun ibunya. Merangkul dan mencium mesra ibu mereka tercinta. Perilaku ini pun diterapkan pada pergaulan mereka sehari-hari.

Remaja bergaul memang adalah sebuah kebutuhan. Sama halnya dengan dahaga yang ingin terpuaskan. Mereka ingin mengenal banyak orang dari berbagai lingkungan. Ini sebetulnya tidak terlepas dari proses pencarian jati diri semata. Dengan membebaskan perasaan dan isi hati, remaja juga mengharapkan kebebasan dan ketenangan jiwa. Bila dikekang, remaja nampak begitu sedih dan terkekang. Tapi bila pergaulan terlalu dibebaskan, juga sangat mengkuatirkan. Sejauh manakah kebebasan dalam bergaul itu bisa membangun atau merusak seorang remaja?

Mampu membedakan (bab 4 dan 5 dari BPK bisa digunakan)

Di sinilah kita perlu mempunyai kemampuan untuk membedakan antara yang benar dan yang salah, sehingga kita bisa bertindak dengan benar. Untuk itu kita perlu mengenal kebenaran. Tidak tahu apa yang benar, bisa berakibat pada tindakan yang mungkin merugikan dan menyakitkan orang lain. Pemimpin, orang tua, sahabat, belum tentu selalu tahu melakukan hal yang benar. Hanya Allah yang mengetahui segala sesuatu termasuk pikiran dan niatan dalam hati seseorang, dan Ia mengetahui segala yang benar dan salah. Orang yang menyerahkan diri kepada Tuhan akan mempunyai kemampuan membedakan kareana ia mempelajari dan mengetahui Firman Tuhan, dia menaati dan menerapkan Firman Tuhan dan dia peka terhadap pimpinan Roh Kudus.

Demikian juga halnya dalam pergaulan Alkitab mengatakan bahwa pergaulan yang buruk akan merusakkan kebiasaan yang baik (1Kor 15:33). Kita bisa melihat contoh tersebut dalam kehidupan Lot dan anak-anaknya. Namun hal tersebut dimulai ketika Abraham menawarkan agar Lot memilih tempat dimana ia akan tinggal bersama-sama dengan seluruh keluarga dan para pegawainya. Lot melihat ke kiri dan ke kanan dan melihat lembah Yordan nampaknya merupakan tanah yang menjanjikan bagi masa depannya, maka menetaplah ia di dekat kota Sodom (Kej 13:9-13). Alkitab mencatat bahwa masyarakat Sodom adalah masyarakat yang tidak takut akan Tuhan. Dosa terbesar yang membuat tempat itu dimusnahkan Allah adalah dosa seksual. Dengan berjalannya waktu, Lotpun terpengaruh oleh kehidupan masyarakat di sana dan dalam kondisi terdesak, ia mengijinkan anak-anak perempuannya untuk ‘dipakai’ (Kej 19:8).

Bagaimanakah sebagai anak-anak Tuhan kita bisa melindungi diri dari pengaruh masyarakat? Tentunya tidak mungkin kita menghindarikan diri dari masyarakat dengan pergi mengasingkan diri. Contoh Lot, tidak menunjukkan masyarakatlah yang memberikan kontribusi buruk bagi kemerosotan moral Lot, tetapi pilihan Lot sendirilah yang membuatnya jatuh dalam pergaulan yang salah.

Yusuf, adalah sosok pribadi yang masih sangat muda ketika ia berada di Mesir di istana Potifar yang megah dan penuh kemewahan. Ia pun mempunyai kedudukan tinggi dalam rumah Potifar, karena diberikan kepercayaan untuk mengurus segala hal di rumah tersebut, kecuali istri Potifar yang cantik itu. Namun budaya Mesir dan kondisi rumah yang sepi serta ajakan istri Potifar yang cantik dan menggoda itu, tidak membuat Yusuf jatuh dalam dosa (Kej 39:7-9). Kuncinya adalah pola pandang Yusuf. Imannya kepada Allah, mencegah ia melakukan perbuatan dosa. Iman dan pengetahuannya akan Allah, membuat ia mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Daniel adalah contoh sosok anak Tuhan yang mampu menunjukkan dan mempertahankan kualitasnya di tengah tekanan dan ancaman pemerintah (Dan 6:4-12), demikian juga teman-temannya ketika menghadapi kondisi yang sama (Dan 3:16-18). Rahasianya terletak pada Dan 2:16-23, yaitu pengenalan akan Tuhan yang demikian kuat. Pengetahuan akan siapa Allah yang mereka sembah, tidak berhenti pada logika berpikir saja, tetapi pengetahuan itu dihidupkan oleh iman, sehingga pengetahuan menjadi pengalaman hidup. Mengalami Tuhan melalui ketaatan mutlak kepada Allah tanpa takut kepada ancaman dan tekanan psikologis dari manusia, itu yang menjadi kunci Allah memberkati dan melindungi mereka. Dalam hal ini, pengaruh sahabat pun ada. Daniel bukan bersahabat dengan orang-orang yang tidak mengenal Allah, tetapi ia memilih bersahabat dengan orang-orang yang takut akan Allah. Sehingga dalam kondisi terjepit, mereka saling menguatkan melalui doa dan perbuatan. Hal inipun di alami oleh Daud dan Yonatan. Persahabatan Daud dan Yonatan terutama karena mereka melibatkan Tuhan dalam kehidupan mereka.

Dari contoh-contoh tersebut di atas, kita bisa menyimpulkan beberapa hal yang mampu menolong kita mempunyai kemampuan membedakan yang benar dari yang salah:

  1. Pengenalan yang benar akan Allah yang benar (Rom 12:1-3)
  2. Sikap hati yang berpihak kepada Allah ketimbang berpihak kepada manusia, sehingga menimbulkan ketaatan mutlak kepada Allah

Pandangan Alkitab mengenai pergaulan

Sebagai garam dan terang, kita di tempatkan Allah di tengah-tengah dunia yang dihuni oleh manusia yang berdosa dalam pemberontakannya kepada Allah. Kita tidak mungkin menghindar dari masyarakat yang telah jatuh dalam dosa, karena bukan itu kehendak Tuhan. Yesus mengingatkan bahwa kita di utus seperti domba di tengah serigala. Masalahnya, serigalanya berbulu domba… seperti Iblis yang menyaru sebagai malaikat terang, karena itu kita harus cerdik seperti ular namun tulus seperti merpati. Kita harus mampu membedakan pergaulan yang merusak dari pergaulan yang membangun. Kita harus mampu bersosiali dengan siapapun juga seperti Yesus mau berbicara dengan pendosa seperti pelacur dan pemungut cukai. Tetapi 1 Kor 10:23 mengingatkan  segala sesuatu diperbolehkan benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna dan membangun dan 1 Kor 15:33 mengatakan pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Karena itu Maz 1 memberikan nasihat untuk berhati-hati dalam bergaul, Dalam pergaulan tidak ada kata benar atau salah, tapi lebih tepat kepada apa yang baik atau bermanfaat dan yang merugikan. Lebih jauh lagi adalah apakah pergaulan kita itu membawa pada kemuliaan nama Tuhan (1Kor 10:31) atau justru melalui pergaulan tersebut memuat kita berkompromi, jatuh dalam dosa dan mempermalukan nama Tuhan? Seperti Salomo, mintalah sesuatu yang penting dan berguna bagi hidupmu kini dan mendatang, yaitu meminta hikmat dari Tuhan, dan permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan.

Lembar karya siswa

Kita tahu bahwa permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan. Tetapi kenapa banyak orang tidak percaya dengan kebenaran Allah?

Fakta Alkitab:

Yoh 3:19 Perbuatan mereka jahat dan mereka lebih menyukai kegelapan
Roma 8:7-8
Roma 3:10-12 Sifat manusia adalah memberontak melawan Allah bukan …..

Yoh 8:44 Bapanya adalah ……
2 Kor 11:14 Terkena tipu muslihat Iblis
Yak 1:14, 4:7 Dicobai oleh …………..

Latihan membedakan:

Lengkapi kolom berikut ini….

Kebohongan yang biasa disebarkan oleh Setan

Saya akan bahagia jika saya kaya…!

Baca: Luk 12:19-21

Mengapa itu disebut sebagai kebohongan?

Apa yang membuat kita bahagia?

Kebohongan yang biasa disebarkan oleh Setan

‘walaupun Tuhan bilang itu dosa, tetapi bagiku itu membuatku bahagia…!

Baca: Kej 3:4-6

Mengapa itu disebut sebagai kebohongan?

Kenapa Allah melarang kita melakukan hal-hal tertentu?

Kebohongan yang biasa disebarkan oleh Setan

Saya tidak butuh siapapun.. saya bisa menolong diri saya sendiri

Baca: Yer 17:5, Ams 28:26

Mengapa itu disebut sebagai kebohongan?

Apa pentingnya orang lain dalam kehidupan saya?

Pos ini dipublikasikan di Bahan PAK tingkat SMU. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s