Pengawasan dan Promosi Susu Formula di Indonesia Lemah


Republika – Selasa, 10 Agustus

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–UNICEF Indonesia menilai kurangnya pemberian ASI ekslusif di Indonesia juga dipengaruhi lemahnya pengawasan pemasaran dan promosi susu formula. Begitu pula dengan makanan pengganti ASI lainnya di Indonesia yang tak terjaga.

Sementara, negara lain dapat melakukan pengendalian dengan menerapkan Kode Etik Internasional Pemasaran Makanan Pengganti ASI, Indonesia belum sepenuhnya mengadopsi kode etik ini. Padahal, kode etik ini sudah ditetapkan oleh Majelis Kesehatan Sedunia sekitar 30 tahun lalu.

Pemerintah Indonesia mengaku sedang menyusun peraturan menteri yang melarang promosi makanan pengganti ASI di fasilitas kesehatan dengan petugas kesehatan. UU Kesehatan 2009 pun sudah mengandung beberapa pasal yang mendukung pemberian ASI ekslusif. Namun, langkah ini belum cukup.

Kode etik internasional ini melarang promosi susu formula dan produk sejenis melalui iklan. Contoh gratis juga tidak boleh diberikan pada ibu-ibu yang hamil. Para produsen susu formula pun dilarang memberi iming-iming atau insentif kepada para petugas kesehatan agar mempromosikan produk mereka.

Perwakilan UNICEF di Indonesia, Angela Karney, mengatakan, salah satu penyebab anak Indonesia kurang gizi adalah rendahnya jumlah ibu yang memberikan ASI ekslusif di enam bulan pertama. ”Ini juga menghambat pertumbuhan dan perkembangan mereka,” jelasnya.

Pos ini dipublikasikan di Health. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s