Menjadi murid Kristus bab 1 Kelas 11


Kompetensi Dasar:

.Siswa menjalani hidup Kristen sebagai seorang murid Kristus

Indikator:

Menjelaskan arti menjadi murid Kristus.

Menjelaskan panggilan orang percaya sebagai murid Kristus.

Menjelaskan harga menjadi seorang murid Kristus

Mengevaluasi kesiapan diri menjadi murid Kristus.

Referensi Alkitab:

Mat 4:19. 18:19-20

Uraian materi pelajaran

  1. 1. Arti kata ’murid’

Kata ’murid’ dalam bahasa inggris ’disciple’ mempunyai akar kata yang sama dengan ’discipline’, sehingga proses pemuridan tidak pernah lepas dari disiplin. Dalam Alkitab, kata ’murid’ dalam bahasa Yunani adalah ’mathetes’. Kata ini ditemukan dalam Alkitab hanya di Injil dan Kisah Para Rasul. Menurut ISBE – ’Mathetes’ adalah seorang yang tidak hanya menerima pandangan gurunya, tetapi dia juga mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah murid-murid Yohanes pembaptis,  (Mt 9:14; Lu 7:18; Joh 3:25); dan juga orang farisi (Mt 22:16; Mr 2:18; Lu 5:33)

Mula-mula kata murid dalam Alkitab diterapkan kepada murid-murid Yesus, tetapi setelah kebangkitan Yesus, setiap orang yang mengakuiNya juga disebut sebagai murid (Kis 6:1,2,7; 9:36, 11:26) dikemudian hari, para murid disebut atau dikenal sebagai Kristen yang artinya adalah pengikut (ajaran) Kristus

  1. 2. Menjadi ’murid Kristus’ adalah panggilan

Dari pemahaman tersebut di atas, kita mengetahui bahwa sesungguhnya setiap orang yang percaya kepada Kristus dipanggil untuk menjadi murid Yesus, bukan hanya sekedar menjadi pengikut suatu agama.

Sejak semula, memperhatikan kitab Injil, kita mengetahui bahwa sebagian besar isi Injil memfokuskan pelayanan Yesus kepada murid. Awal pelayanan Yesus dimulai dengan memanggil para murid. Mat 4:19 mengungkapkan tujuan Yesus memanggil murid untuk mengikutNya adalah untuk menjadikan mereka sebagai penjala manusia. Sejak saat itu, murid-murid bukan hanya mengikuti Yesus kemanapun Ia pergi, tetapi terutama adalah menerima pengajaran dan belajar menghidupi pengajaran tersebut dalam keseharian mereka, terutama melalui keteladanan kehidupan Yesus. Mat 18:19-20 di akhir pelayanan Yesus di bumi, Ia mengutus para murid yang telah dibekalinya selama kurang lebih 3 tahun tersebut, utusan tersebut dengan jelas menyatakan visi dan misi-Nya yaitu ’pergilah, jadikanlah  semua bangsa MURIDKU…’

Gereja mula-mula adalah gereja yang tekun melaksanakan ajaran Yesus. Dimulai dari para murid yang memberitakan Injil ke berbagai tempat, di sana mereka melakukan pemuridan, sehingga injil terus berkembang hingga saat ini. Paulus adalah salah satu contoh yang amat jelas memuridkan banyak orang. Di antaranya yang amat terkenal adalah Timotius, tetapi ada juga Titus, Filemon, Onesimus dan masih banyak yang lainnya.

2 Tim 2:2 menyatakan ’Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.’ Ini adalah prinsip pemuridan. Prinsip pemuridan tersebut adalah:

1. Seorang murid menerima pengajaran dari gurunya

2. Seorang murid bukan hanya dituntut untuk belajar dan menerapkan dalam kehidupannya pribadi, tetapi suatu waktu mempercayakan nilai-nilai kebenaran firman Tuhan kepada orang lain yang bisa dipercayai (mampu menerima, menghidupi dan meneruskan kepada orang lain lagi)

Prinsip yang diajarkan Paulus ini sangat seiring dengan apa yang diterapkan oleh Yesus. Ia memanggil orang menjadi muridNya (Mat 4:10), kemudian mengutus murid untuk memuridkan orang lain (Mat 18:19-20).

Kekristenan masa kini, tidak terlalu banyak orang yang memperhatikan bahwa menjadi Kristen bukan hanya sekedar beribadah ke gereja, tetapi menjadi murid. Pemahaman yang kurang ini memberikan dampak pada pertumbuhan rohani yang lambat, bahkan cenderung tidak berbuah. Perumpamaan pohon ara yang tidak berbuah dan pokok anggur memberikan gambaran yang jelas mengenai hal ini.

  1. 3. Harga menjadi seorang murid Kristus

Mat 4:19 – ketika Yesus memanggil murid, ia memanggil mereka untuk MENGIKUT Dia dan seketika itu pula murid-murid berespon, mengambil tindakan nyata untuk mengikut Dia.

Menjadi murid Kristus dibutuhkan kriteria tertentu, ada harga yang harus dibayar untuk menjadi murid. Yesus memberikan perumpamaan ’membajak’ dimana seseorang harus siap dan tidak menoleh kebelakang. Yesus juga mengatakan kalau seseorang tidak siap memikul salib, ia tidak layak mengikut Yesus. Ia juga mengatakan seorang murid tidak melebihi dari gurunya, dimana guru berada, disitu pula murid berada.

Ini artinya, Yesus tidak mencari orang yang sekedar menjadi pengikut yang hanya ikut-ikutan. Menjadi Kristen bukan sekedar datang ke gereja jika ada waktu, atau karena ingin memperoleh layanan tertentu dari gereja. Menjadi Kristen berarti siap mempertanggung jawabkan iman dan memberi jawab kepada mereka yang bertanya tentang imannya. Menjadi Kristen berarti juga siap dan mau mempelajari pengajaran Kristus dengan bertekun dalam firman, dan bersedia melakukan dalam kehidupannya, apapun resiko yang dihadapi. Kualitas iman kristen teruji ketika menghadapi rintangan, tantangan dan tentangan.

  1. 4. Ciri-ciri murid Kristus

Siapkah kamu menjadi murid Kristus? Jika selama ini kamu mengaku sebagai seorang Kristen, apakah kehidupanmu sudah mencirikan seorang murid? Seorang murid yang baik adalah seorang yang mau belajar dan diajar, seorang yang menghidupi ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-harinya, seorang yang menyaksikan imannya kepada orang disekitarnya, sehingga ia juga menjadi seorang yang siap dan sedia memberikan jawaban kepada orang di sekitarnya.

Angket evaluasi

Lembar perencanaan

Kegiatan pembelajaran

Setelah menjelaskan ciri-ciri murid Kristus, guru membagikan angket evaluasi dan siswa mengevaluasi sejauh mana dirinya mencerminkan kualitas murid Kristus.

Kemudian siswa menuliskan dalam lembar perencanaan:

  • Keputusan untuk menjadi murid Kristus
  • Merencana langkah konkrit untuk mewujudkan diri menjadi murid Kristus
Pos ini dipublikasikan di Bahan PAK tingkat SMU. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s