KRISTUS ADALAH HIDUPKU Bab 3 kelas 11


Kompetensi Dasar:

Memahami hidup Kristen sebagai hidup yang ditebus dan menjadi milik Kristus, sehingga hidup berpusatkan kepada Kristus.

Indikator:

1) Menjelaskan hidup orang Kristen adalah hidup yang telah ditebus dan menjadi milik Kristus.

2) Siswa mampu menjadikan Kristus sebagai teladan hidup.

Referensi Alkitab:

2 Kor 5:17, 1 Kor 10:31, Gal 2:20, Rom 8:16-13, Rom 6:18-19

Pengantar

“…namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.“ – Gal 2:20

Mengetahui bahwa diri kamu yang lama sudah tidak ada lagi, itu adalah sebuah kebenaran dasar yang tidak hanya memberi kamu pengertian, tetapi juga keyakinan bahwa masa depanmu akan menjadi lebih baik dari masa lalumu. Mengerti  ‘siapa aku di dalam Kristus’ adalah fondasi bagi kehidupan kekristenan. Hal ini akan membantumu mengetahui secara lebih baik mana yang pikiranTuhan dan mana yang bukan. Mengerti dan menerima identitas baru ini melindungimu dari masa lalu yang dapat menghalangi pertumbuhan Anda. Identitas barumu adalah kunci utama menuju sukses di masa mendatang, karena dengan menghayati identitasmu kamu akan berpikir dan bertindak sesuai dengan identitas tersebut.

Uraian Materi:

Hidup yang ditebus

Paulus dengan jelas mengatakan bahwa setiap orang yang percaya kepada Kristus melalui kematian dan kebangkitan-Nya, ia menjadi seseorang yang dilahirkan kembali, sebagai ciptaan baru (2 Kor 5:17). Sebagai ciptaan baru, tentu mempunyai kehidupan yang berbeda dari kehidupan sebelumnya. Contoh: Ulat, kepompong, kupu-kupu. Dalam 2 Kor 5:17 Paulus  mengatakan yang lama telah berlalu dan yang baru telah datang. Kepada jemaat di Galatia, dengan jelas ia mengatakan bahwa sejak menerima Kristus, maka hidupnya bukanlah miliknya lagi. Itu artinya yang menjadi pusat hidupnya adalah Kristus.

Apa artinya di tebus?

Sepanjang sejarah gereja ada beragam pandangan atau teori mengenai penebusan, sebagian benar, lainnya salah, yang dikemukakan pada zaman yang berbeda oleh orang-orang dan denominasi yang berbeda. Salah satu alasannya adalah bahwa Perjanjian Lama dan Baru mengungkapkan banyak kebenaran mengenai penebusan Kristus, sehingga sulitlah, kalau bukan tidak mungkin untuk mendapatkan teori “tunggal” yang secara penuh mencakup atau menjelaskan kekayaan dari doktrin ini. Sebaliknya yang kita dapatkan saat kita mempelajari Kitab Suci adalah gambaran yang terdiri dari berbagai segi dan kaya tentang penebusan saat Alkitab menyajikan beranekaragam kebenaran yang saling berkaitan mengenai penebusan yang digenapi oleh Kristus. Faktor lain yang menyebabkan banyaknya teori yang berbeda mengenai penebusan adalah bahwa banyak yang kita pelajari mengenai penebusan perlu dimengerti dari pengalaman dan sudut pandang umat Allah di bawah sistem korban persembahan Perjanjian Lama. Karena memiliki pandangan yang benar mengenai penebusan Kristus adalah kunci untuk memahami Alkitab, maka survei terhadap teori-teori yang berbedapun dapat bermanfaat.

Saat melihat berbagai pandangan yang berbeda mengenai penebusan, kita tidak boleh mengabaikan fakta bahwa pandangan apapun yang tidak mengakui keberdosaan manusia dan aspek penggantian dari penebusan adalah kurang atau bahkan sesat.

Beberapa teori penebusan adalah:

Pembayaran kepada Iblis: Teori ini memandang penebusan Kristus sebagai pembayaran yang dilakukan kepada Iblis untuk membebaskan manusia yang diperbudak oleh Iblis. Ini didasarkan pada kepercayaan bahwa kondisi rohani manusia dibelenggu oleh Iblis dan makna kematian Kristus adalah untuk menjamin kemenangan Allah terhadap Iblis. Teori ini memiliki sedikit dukungan Alkitab dan hanya sedikit pengikutnya dalam sejarah gereja. Ajaran ini menganggap Iblis yang menuntut pembayaran untuk dosa, bukan Allah. Dengan demikian, ajaran ini sama sekali mengabaikan tuntutan keadilan Allah sebagaimana dinyatakan dalam Alkitab.

Pandangan ini juga meninggikan Iblis lebih dari sebagaimana mestinya dan memperlakukan dia secara lebih berkuasa dari apa yang kuasa yang dimilikinya. Tidak ada dasar Alkitabiah untuk pandangan bahwa orang-orang berdosa berhutang kepada Iblis, sebaliknya dalam Alkitab kita melihat bahwa Allah adalah Yang menuntut pembayaran untuk dosa.

Teori Teladan: Pandangan ini melihat penebusan Kristus tidak lebih dari menyediakan teladan iman dan ketaatan untuk mengilhami ketaatan kepada Allah. Mereka yang menganut pandangan ini percaya bahwa manusia hidup secara rohani dan bahwa kehidupan dan penebusan Kristus tidak lebih dari teladan iman dan ketaatan yang sejati dan harus mengilhami manusia untuk menghidupi iman dan ketaatan yang serupa. Teori ini dan teori pengaruh moral adalah serupa dalam hal penyangkalan bahwa keadilan Allah betul-betul membutuhkan pembayaran untuk dosa dan bahwa kematian Kristus di atas salib adalah pembayaran itu. Perbedaan utama antara teori pengaruh moral dan teori teladan adalah bahwa teori pengaruh moral mengatakan bahwa kematian Kristus mengajarkan bagaimana kita harus hidup. Sudah barang tentu Kristus adalah teladan yang kita harus ikuti, bahkan dalam dalam kematian-Nya, namun teori teladan gagal mengenali kondisi rohani manusia yang sejati – mati dalam pelanggaran dan dosa (Efesus 2:1) – dan bahwa keadilan Allah membutuhkan pembayaran dosa yang tidak mampu dilakukan oleh manusia.

Teori Pengaruh Moral: Pandangan ini memandang penebusan Kristus sebagai mendemonstrasikan kasih Allah yang mengakibatkan hati manusia menjadi lunak dan bertobat. Mereka yang menganut pandangan ini percaya bahwa manusia sakit secara rohani dan membutuhkan pertolongan dan bahwa manusia tergerak untuk menerima pengampunan Allah saat melihat kasih Allah bagi manusia. Mereka percaya bahwa tujuan dan makna kematian Kristus adalah untuk mendemonstrasikan kasih Allah kepada manusia.

Walaupun benar bahwa penebusan Kristus adalah contoh utama dari kasih Allah, pandangan ini juga sesat karena menyangkali kondisi sebenarnya dari kerohanian manusia dan menyangkal bahwa Allah betul-betul menuntut pembayaran untuk dosa. Pandangan semacam ini mengenai penebusan Kristus meninggalkan manusia tanpa korban yang sejati atau pembayaran untuk dosa.

Teori Penggantian Hukuman: Pandangan ini memandang penebusan Kristus sebagai korban yang menggantikan yang memuaskan tuntutan keadilan Allah terhadap dosa. Dengan melakukan ini Kristus membayar hutang dosa manusia dan membawa pengampunan, menganugrahkan kebenaran dan mendamaikan manusia kepada Allah. Mereka yang menganut pandangan ini percaya bahwa setiap aspek kehidupan manusia, pikiran, kehendak dan emosinya telah dirusakkan oleh dosa dan bahwa manusia sudah rusak dan mati secara rohani. Pandangan ini percaya bahwa kematian Kristus membayar hukuman dosa orang-orang pilihan Allah untuk menyelamatkan mereka dan melalui pertobatan orang dapat menerima karya penggantian Kristus untuk melunasi dosa. Pandangan ini paling sesuai dengan pandangan Alkitab akan dosa, natur manusia dan hasil dari kematian Kristus di atas salib.

Jika Kristus telah membayar hutang dosa kita secara lunas melalui kematian-Nya di kayu salib dan kebangkitannya itu memampukan kita menang atas dosa, maka sudah sepatutnya kita hidup bagi Dia.

Kristus adalah hidupku

Apa artinya ketika Paulus mengatakan ‘hidupku bukannya aku lagi, melainkan Kristus hidup dalamku?’ Itu menunjukkan bahwa Paulus telah meninggalkan kehidupan manusia lama ketika ia menyadari bahwa sebenarnya ia tidak berlayak tetapi Allah telah memberikan pengampunan melalui penebusan Kristus. Rom 8:6-13 menjelaskan betapa Paulus mengerti akan karya Kristus dalam hidupnya dan hidup setiap orang percaya, sehingga ia mengerti bahwa ia adalah manusia yang berhutang kepada Kristus. Karena itu sebagai orang yang telah ditebus dan dimerdekakan dari belenggu dosa, Paulus meminta supaya kita menyerahkan tubuh kita untuk dipakai sebagai senjata kebenaran (Rm 6:18-19). Maka, Kristus adalah hidupku mengandung arti bahwa seluruh fokus dan tujuan hidup kita sekarang telah berubah, bukan lagi berpusat pada diri sendiri, tetapi kepada Kristus. Bukan si ‘aku’ yang menjadi tuan untuk menentukan segala sesuatu, tetapi Kristus, seperti yang Paulus katakan “ Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.” (1 Korintus 10:31)

Kegiatan:
Menceritakan perasaan dan pandangan mereka ketika mereka mengenakan baju usang yang kemudian diganti dengan pakaian yang lebih baik.

Lagu: Hidupku bukannya aku lagi

Pos ini dipublikasikan di Bahan PAK tingkat SMU. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s