ARUS ZAMAN bab 4 kelas 11


Kompetensi Dasar:

Mengalami proses pertumbuhan sebagai pribadi yang dewasa yang memiliki karakter yang kokoh dengan pola pikir yang komprehensif dalam segala aspek

Indikator:

1)      Mengidentifikasi pandangan yang ada di sekitar kehidupan siswa.

2)      Mengkritisi pandangan yang berlaku di zaman ini dari sudut pandang Alkitab.

3)      Menyatakan sikap terhadap pandangan yang tidak sesuai dengan iman Kristen.

Referensi Alkitab:

Mat 16:3, Luk 12:56

Pengantar

Kesenian  wayang yang pernah  didaulat UNESCO sebagai World Master Piece of Oral and Intangible Heritage of Humanity kini menghadapi tantangan dalam mempertahankan popularitas dirinya dari masa ke masa. Menghadapi arus zaman, agar tidak tergerus, maka kesenian wayang saat ini sedang berevolusi dengan cara meningkatkan mutu dari gending, tata panggung, sampai pada regenerasi dalang, tanpa harus meninggalkan ciri khas pewayangan tersebut. Bagaimanakah halnya orang Kristen di tengah arus jaman?

Agar citra Kristen tidak punah atau tergerus di tengah arus zaman, penting untuk mengenali kita sedang berada di zaman yang seperti apa. Di dalam setiap zaman, kita harus senantiasa dapat melihat kesempatan, krisis dan segala kemungkinan potensi dari zaman itu. Tuhan, tidak melahirkan kita di zaman yang sudah lalu dan Tuhan juga tidak melahirkan kita di zaman yang akan datang. Maka “aku” yang dilahirkan di dalam zaman ini, harus dikaitkan dengan zaman ini. Mengapa saya tidak dilahirkan 50 tahun yang lalu, atau dilahirkan 100 tahun yang akan datang? Mengapa saya bisa menjadi pemuda yang dilahirkan pada zaman ini? Pasti ada maksud Tuhan di balik semua itu.

Yesus Kristus menyinggung orang orang yang hidup di zaman-Nya dengan berkata, “Rupa langit kamu tahu membedakannya, tetapi tanda-tanda zaman tidak” (Mat. 16:3b). Melalui kalimat ini, Yesus ingin mengajak kita untuk peka: mengapa kita ada dan hidup di dalam zaman tertentu, lalu kemudian berusaha mengerti tanda-tanda zaman di mana kita berada, apa saja krisis dan potensi yang terkandung di dalam zaman kita, dan apa tugas kita di dalam zaman dimana kita hidup.

Beberapa pandangan yang mewakili arus zaman ini antara lain:

Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup. Bagi para penganut paham ini, bersenang-senang, pesta-pora, dan pelesiran merupakan tujuan utama hidup, entah itu menyenangkan bagi orang lain atau tidak. Karena mereka beranggapan hidup ini hanya 1x, sehingga mereka merasa ingin menikmati hidup senikmat-nikmatnya. Di  dalam lingkungan penganut paham ini, hidup dijalanani dengan sebebas-bebasnya demi memenuhi hawa nafsu yang tanpa batas. Dari golongan penganut paham ini lah muncul Nudisme (gaya hidup bertelanjang). Pandangan mereka terangkum dalam pandangan Epikuris yang menyatakan,”Bergembiralah engkau hari ini, puaskanlah nafsumu, karena besok engkau akan mati.” Bagamanakan pandangan ini hidup di kalangan remaja di lingkunganmu? Berikan contoh-contohnya. Bagaimanakah hedonisme muncul dalam lingkungan Kristiani? Apakah pandanganmu terhadap hal ini? Pkh. 11:9 , 1Kor 10:23

Contoh-contoh Hedonisme dalam Alkitab: Sodom Gomora, Kehidupan kota Efesus, Surat Timotius (pendengar hanya memilih apa yang mau di dengar). Temukan contoh-contoh  lain dalam Alkitab yang mencontohkan hedonisme.

Kekristenan sendiri pun hari ini diterpa oleh dua macam arus zaman. Arus  pertama terlalu menekankan rasio. Ini adalah pengaruh rasionalisme dan humanisme sekuler yang meracuni Kekristenan. Arus ini mementingkan hal-hal akademis, tetapi melupakan hal-hal esensial. Tidak heran, mereka kelihatan “pandai”, tetapi hati mereka kering, statis, bahkan mati! Mereka tidak lagi memberitakan Injil, tetapi sibuk dengan urusan gereja internal. Hal ini ditandai dengan “rapi”nya organisasi gereja, tetapi hilangnya spirit sukacita pelayanan.
Arus kedua terlalu mementingkan subjektivitas. Mereka mementingkan hal-hal emosional, pengalaman, dll, tetapi melupakan ajaran atau doktrin yang sehat. Mereka rajin memberitakan Injil, tetapi tidak memerhatikan ajaran.
Di tengah arus Kekristenan yang berat sebelah kita harus hadir untuk mendobrak kesimpangsiuran Kekristenan dengan:

  1. mengajak orang Kristen untuk kembali hanya kepada Alkitab sebagai satu-satunya kebenaran final Allah.
  2. memotivasi orang Kristen untuk bersemangat memberitakan Injil dengan hikmat dan kuasa Roh Kudus.
Pos ini dipublikasikan di Bahan PAK tingkat SMU. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s