BERTUMBUH DI DALAM FIRMAN bahan PAK Bab 3 kelas 10


Kompetensi Dasar:

Mampu menggali dan memahami Alkitab dan menggunakan Alkitab sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari

Indikator:

1)   Menjelaskan pentingnya Firman Tuhan dalam pertumbuhan rohani

2)   Mengetahui cara menggali Firman Tuhan

Referensi Alkitab:

Yoh 15:1-7, 2 Tim 3:16-17, Maz 119:11, Maz 119:97, 1Pet 2:2

Pengantar

Banyak orang percaya bahwa Allah berbicara melalui alam. Ia menyatakan kemuliaan-Nya melalui alam. Tetapi Allah telah berbicara lebih jelas melalui para nabi dan yang lebih jelas Ia berbicara melalui Anak-Nya.

Firman Allah adalah ungkapan pikiran dan kehendak Allah. Firman itu telah ditulis dan diterjemahkan, juga dikotbahkan, diajarkan dan semua orang Kristen bertanggung jawab untuk membaca, mempercayai, menikmati dan menghidupinya, agar seluruh hidup dan keberadaan kita secara bertahap diubahkan (2Tim 3:16-17).

Injil, mempunyai otoritas Allah, tetapi tidak berarti pandangan setiap orang Kristen mengandung otoritas ilahi. Semua keyakinan, pandangan dan tindakan kita harus diterangi oleh Firman Tuhan. Seseorang Kristen baru bisa berbicara dengan otoritas bila ia sudah terlebih dahulu menempatkan dirinya di bawah otoritas ilahi. Kristen sejati adalah mereka yang menyerahkan hidup, permasalahan, rencana masa depannya pada pandangan Allah yang berotoritas, yang disampaikan melalui firmanNya. Karena itu setiap orang Kristen perlu belajar dan bertumbuh di dalam Firman.

Ada banyak alasan mengapa mempelajarai Firman Tuhan itu penting saat ini. Berita dari media massa dan berbagai tayangan TV sering mengikis kepercayaan orang pada kata-kata, sulit mempercayai berita mana yang benar. Banyak kebohongan dengan kata-kata dan janji indah bertebaran. Tetapi tidak demikian halnya dengan Firman Allah.

Selain itu, kita hidup di dunia dengan banyak pilihan. Pilihan yang kita ambil sadar atau tidak sadar, mempunyai pengaruh bukan hanya pada masa kini tetapi juga pada masa depan. Terkadang pilihan nampak begitu mudah, tetapi sering kali begitu sulit. Ketika kita diperhadapkan pada pilihan-pilihan yang nampaknya baik, manakah yang terbaik? Firman Tuhan memberi kita hikmat dan memberikan dasar-dasar agar kita mampu memilih apa yang baik, yang benar, yang indah, yang mulia dan yang berkenan kepada Allah (Rm 12:1-3).

Mengapa penting mempelajari Alkitab?

Secara rohani, seseorang yang lahir baru digambarkan sebagai bayi yang membutuhkan susu (1Pet 2:2). Dengan cara demikianlah kamu akan bertumbuh. Dalam Yoh 15:1-8 Yesus menekankan pentingnya hidup bergantung kepada Dia yang adalah Pokok Kehidupan. Yoh 15:3 mengatakan firman Tuhan berperan untuk ‘membersihkan’ rohani kita sehingga kita bisa bertumbuh dengan baik dan berbuah. 2 Tim 3:16-17 menjelaskan peranan firman Tuhan dalam kehidupan orang percaya. Apa sajakah peran Firman Tuhan dalam kehidupanmu?

Kapan biasanya kamu makan demi kebutuhan tubuh kamu? Apakah perlu memperhatikan kebutuhan rohanimu juga? Untuk memdapatkan rohani yang bertumbuh dan sehat, kamupun perlu meluangkan waktu memenuhi kebutuhan rohani. Pemazmur merenungkan firman secara teratur (Mz 119:97), bahkan sepanjang hari. Temukan dan tentukan waktu yang tepat dan terbaik bagi dirmu sendiri untuk mempelajari firman Tuhan. Bandingkan berapa banyak waktu yang kamu pakai untuk makan, nonton tv dan membaca buku lainnnya dibandingkan dengan waktu mempelajari Firman Tuhan, apakah itu seimbang?

Bagaimana cara mempelajari Alkitab?

Bagaimanakah sikap kita jika berbicara kepada orang yang penting? Bagaimana sikap kita ketika berbicara kepada ayah kita? Alkitab adalah firman Allah, ketika kita membaca Alkitab sebenarnya kita sedang mendengar Allah pencipta, yang maha kuasa, suci dan mulia, tetapi sekaligus juga bapa kita, ia berbicara kepada kita. Kita perlu mempunyai sikap hati seperti Samuel yang berkata ‘berbicaralah Tuhan, hambaMu siap mendengar’ dan juga seperti jemaat di Berea yang ‘menerima Firman dengan segala kerendahan hati dan setiap hari menyelidiki kitab suci untuk mengetahui, apakah semuanya benar demikian’. Kita perlu merenungkan apa yang kit abaca dan membiarkan kebenaran yang kit abaca itu menyebar ke seluruh bagian dalam diri kita sampai ke lubuk hati yang terdalam, perasaan dan roh. Kita perlu merenungkan dan mengingat firman Tuhan seperti pemazmur mengatakan ‘dalam hatiku aku menyimpan janjiMu, supaya aku jangan berdosa terhadap engkau (Mz 119:11). Kita perlu membaca firman Tuhan dengan hati tetapi juga dengan segenap akal budi kita (rasio).

Beberapa prinsip dasar

Seperti halnya dokter bedah tidak menggunakan satu macam pisau saja di tangannya, pianis tidak hanya bermain di nada-nada rendah saja, kita membeli berbagai software untuk keperluan computer kita, demikian juga 66 kitab dalam Alkitab membutuhkan banyak cara pendekatan untuk memahami isinya. Bayangkan, untuk mengerti Alkitab kita seperti berdialog lintas budaya dengan Musa, Daud, Petrus, Paulus, dan lain-lain.

Untuk memahami Alkitab dengan cara ini ada 7 prinsip dasar yang dianjurkan:

  1. Usahakan punya dua macam terjemahan Alkitab

Terjemahan yang baik adalah terjemahan yang tidak mengubah pengertian sesuai teks asli kepada pembaca masa kini. Membandingkan satu terjemahan dengan terjemahan lain seringkali dapat memperjelas suatu berita tertentu.

  1. Baca Alkitab secara keseluruhan dengan teratur

Satu prinsip dasar penafsiran Alkitab adalah ‘biarkan Alkitab menafsirkan dirinya sendiri’. Orang yang membaca Alkitab secara keseluruhan akan lebih mudah memahami bagian-bagian Alkitab yang sulit (karena mempunyai latar belakang Alkitab di kepalanya) dari pada orang yang membaca Alkitab hanya sekali sekali serta sebagian-sebagian.

  1. Baca teks secara wajar

Cara terbaik memahami setiap bagian Alkitab adalah dengan mengeluarkan arti yang sebenarnya apa adanya (hurufiah). Kita perlu berdialog dengan teks bacaan untuk menemukan makna aslinya terlebih dahulu agar bisa menerapkan dengan benar di masa sekarang. Memahami konteks budaya Alkitab amatlah penting, Misalnya. Mengenai peraturan melarang wanita rambutnya di kepang-kepang, atau mengenai ‘talenta’ dan ‘dinar’. Dengan memahami konteks budaya, kita akan lebih mengerti apa yang sebenarnya dimaksudkan oleh penulis.

  1. Perhatikan konteksnya

Di sini kita memperhatikan latar belakang sejarah, bentuk sastranya, serta bagian sekitar dimana teks tersebut berada (dibicarakan dalam konteks apa). Contohnya, kalau kita membaca Rom 4:3-4 dam Yak 2:21, 24 secara terpisah, dengan mudah kita simpulkan bahwa Paulus dan Yakobus sedang berbeda pendapat. Tetapi jika membaca kitab-kitab tersebut secara menyeluruh, kita akan melihat bahwa Paulus sedang menekankan bahwa perbuatan itu bukan dasar pembenaran, sedang Yakobus menekankan perbuatan sebagai bukti seseorang telah mengalami pembenaran.

  1. Memahami buku macam apa Alkitab itu.

Salah satu hal yang menarik dari Alkitab adalah keberagamannya. Alkitab berisi sejarah, cerita kepahlawanan, parodi, tragedy, syair, surat, peribahasa, perumpamaan, hukum-hukum, penglihatan dan sebagainya. Tentunya dengan menyadari hal ini, kita akan membuat pendekatan yang berbeda ketika membacanya. Seperti halnya membaca surat akan berbeda dengan membaca berita koran. Bahasa yang digunakan dalam komik, tentunya berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam sebuah puisi.

  1. Pegang prinsipnya sebagai pengajaran

Alkitab bermanfaat untuk mengajar, dan mendidik kita. Oleh karena itu kita tidak akan terpuaskan jika membaca Alkitab hanya sebagai karya sastra yang besar. Kita membacanya untuk mendapatkan petunjuk, bukan sekedar memperoleh informasi. Membaca Alkitab tidak sama dengan perjalanan mengelilingi museum dimana orang berkata ‘wow, indah sekali, menarik sekali’. Perbandingan yang lebih mungkin ketika kita membaca Alkitab adalah seperti kita menekan tombol nomor telepon untuk berbicara dengan teman, namun yang berbicara di ujung sana bukan sekedar teman, tetapi juga adalah Allah pencipta kita yang maha kuasa, mulia dan agung, yang menyatakan petunjuknya bagi kehidupan kita.

  1. Lakukan ajaran itu dalam kehidupan

Saat membaca Alkitab, perhatikan juga kehidupan kita, kebudayaan, masyarakat dan dunia kita. Nilailah kehidupan dan pikiran kamu dengan apa yang Alkitab ajarkan. Apakah firman yang sedang kamu baca membicarakan sifat Allah? Sembah dan pujilah Dia. Apakah firman itu membicarakan tentang kesetiaan Allah? Biarlah itu menguatkan penyerahan kita padaNya. Apakah firman itu merupakan pernyataan kebenaran? Percayalah. Jika sebuah perintah? Patuhilah. Bagaimana jika itu peringatan? Perhatikanlah baik-baik. Apakah firman itu berisi janji Allah? Pegang teguh dan beharaplah di dalamnya. Apakah firman itu memberikan contoh (yang baik atau buruk)? Simpanlah did lama hati. Jika kita mempraktekkan firman, pasti hidup kita mengalami perubahan. Perubahan dimulai dari diri kita, lalu menyebar ke masyarakat dan bangsa

MENJADIKAN NYATA !!

Buatlah program untuk mempelajari Alkitab secara menyeluruh.

Catatlah hal-hal penting yang kamu peroleh selama kamu membacanya. Catat juga pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam pikiranmu ketika kamu membaca bagian tersebut, mungkin suatu waktu kamu akan menemukan jawabannya.

Buatlah satu keputusan setiap kali kamu selesai membaca Alkitab, catat keputusan tersebut, doakan dan lakukanlah dengan bersandar kepada Allah.

Beberapa pertanyaan penolong saat menggali Alkitab:

Apa Bagian yang saya baca ini berbicara tentang apa, tempat seperti apa yang disebutkan dalam bagian bacaan ini. Apa yang melatar-belakangi bagian ini ada?
Siapa Siapa penulisnya, siapa penerimanya, siapa yang terlibat dalam kisahnya
Bagaimana Bagaimana keadaan penulis, bagaimana keadaan penerima, bagaimana tiap tokoh dalam cerita tersebut digambarkan
Dimana Dimana peristiwa tersebut terjadi
Kapan Kapan peristiwa itu terjadi

Pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa dikembangkan sendiri secara lebih luas dan mendetail. Pertanyaan-pertanyaan di atas adalah pertanyaan dalam rangka memahami teks sebagaimana dimaksudkan, untuk mendapatkan makna ‘mengapa bagian tersebut di tuliskan dan untuk tujuan apa’ – sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi penerima atau pembaca pada waktu itu. Setelah itu, barulah kita menarik penerapan dan menghubungkannya dengan situasi dan kondisi kita di masa kini.

Selain pertanyaan-pertanyaan di atas, kamu juga bisa melanjutkan dengan pertanyaan seperti berikut ini:

  • Apakah yang saya pelajari tentang Allah? Manusia? Dosa? Gereja? Setan? Roh Kudus? Dan lain-lain
  • Adakah janji? Perintah? Nasihat? Peringatan? Teguran?
  • Adakah teladan yang bisa saya perhatikan (baik dan buruk)

Tidak semua pertanyaan tersebut dapat ditemukan dalam satu bagian Alkitab yang kita baca, hendaknya jangan memaksakan untuk mencari jawaban di bagian tersebut. Biarkan Alkitab berbicara sesuai dengan konteksnya.

LATIHAN:

  1. Baca dan galilah Markus 1:35-39. Gunakan pertanyaan-pertanyaan penolong dan catat hasil penemuanmu. Kemudian simpulkan, pelajaran apakah yang kamu dapat dari penggalianmu kali ini?
  1. Pilihlah 1 bagian Alkitab lain, dan lakukan latihan sekali lagi.
  1. Selanjutnya buatlah program pembacaan Alkitabmu sendiri. Tentukan dan catat kapan kamu akan melakukan penggalian Alkitab. Buatlah catatan khusus untuk menuliskan hasil penggalianmu. Latihan terus-menerus akan meningkatkan kemampuanmu dalam memahami isi Alkitab. Gunakan Kamus dan Peta Alkitab untuk memperlengkapi koleksimu dalam bereksplorasi. Selamat menikmati perjalanan bertumbuh di dalam Firman!
Pos ini dipublikasikan di Bahan PAK tingkat SMU. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s