NILAI DAN NORMA KRISTIANI bab 2 kelas 11


Kompetensi Dasar:

Memahami dan menerapkan nilai dan norma Kristiani dalam kehidupan sehari-hari

Indikator:

Menjelaskan yang dimaksud dengan nilai dan norma Kristiani.

Mengidentifikasi nilai dan norma Kristiani.

Mengevaluasi nilai dan norma Kristiani yang ada dalam kehidupan siswa.

Referensi Alkitab:

Pengantar

Uraian Materi:

Definisi nilai dan norma Kristiani

Nilai dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang berharga, sesuatu yang indah, sesuatu yang berguna, sesuatu yang memperkaya batin, sesuatu yang menyadarkan manusia akan harkat dan martabatnya (Hariadi, B., 2006). Nilai berfungsi untuk mendorong, mengarahkan sikap dan perilaku. Oleh karena memegang atau memiliki nilai-nilai yang luhur akhirnya seseorang acapkali disebut sebagai memiliki budipekerti yang luhur.

Sedangkan KBBI  mendefinisikan norma sebagai aturan atau ketentuan yang mengikat warga atau kelompok masyarakat, yang dipakai sebagai panduan, tatanan dan pengendali tingka laku yang sesuai dan diterima serta harus ditaati. Sedangkan norma agama adalah aturan yang menata tindakan manusia di pergaulan dengan sesamanya yang bersumber pada ajaran agamanya.

Dalam Wikipedia digambarkan ada empat macam norma yaitu norma sosial, norma hukum, norma sopan santun dan norma agama. Sedangkan norma agama didefinisikan sebagai petunjuk hidup yang berasal dari Tuhan yang berisi perintah, larangan dan anjuran-anjuran.

Dari kedua definisi di atas, jelaslah bahwa nilai dan norma kekristenan hanyalah bersumber pada Alkitab, Firman Allah. Firman Allah dalam 2 Tim 3:16-17 berfungsi untuk mendorong dan mengarahkan perilaku, demikian juga pemazmur mengakui bahwa seorang muda hanya bisa mempertahankan kelakuan bersih ketika ia menjaganya dengan Firman Allah, sehingga ia mengaku juga bahwa Firman Allahlah pelita bagi kakinya dan terang bagi jalannya.

Cakupan nilai dan norma Kristiani

Nilai-nilai dan norma-norma Kristiani tentunya tidak lepas dari sifat-sifat Allah. Firman Tuhan mengatakan hendaklah kamu sempurna seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna. Paulus mengatakan ‘ikutlah aku seperti aku mengikut Kristus’. Bukankah memang kita diciptakan menurut rupa dan gambar Allah agar bisa mencerminkan kemuliaan Allah? Ketika manusia jatuh dalam dosa, gambar itu rusak, tetapi di dalam Kristus, kita adalah ciptaan baru. Sebagai ciptaan baru dimampukan untuk mencerminkan Kristus melalui kehidupan kita. Paulus merindukan hati dan pikiran kita meneladani Kristus (Fil 2).

Berikut ini adalah contoh-contoh nilai dan norma yang mencerminkan sifat Allah.

  1. Kasih

Allah adalah kasih. Kasih Allah tidak terbatas pada kondisi tertentu. Ia mengasihi semua bangsa. Sekalipun Ia membenci dosa, ia mengasihi orang yang berdosa. Kasih tersebut mendorong Allah untuk bertindak dalam kemurahan, kesabaran dan belas kasihan. Kasih mendorong Allah untuk berkorban , memberikan yang terbaik untuk menyelamatkan manusia yang berdosa. Kasih itu mengampuni. (1 Kor 12 – jabarkan lingkupan kasih). Kasih Kristus adalah kejahatan yang dibalas dengan kebaikan, kedengkian yang dibalas dengan keramahan. Ia tidak membalas setimpal dengan kejahatan kita (Maz 103:10, Luk 23:34,  Ul 32:35). Kasih Kristus tidak membedakan orang terpelajar, orang kaya atau pun orang miskin dan tak berpendidikan. Kasih juga berarti menegur yang salah, tetapi dengan cara yang baik dan benar (Yoh 4:1-42).

Bagaimana kamu menerapkan kasih terhadap sesamamu? Berikan contoh-contohnya

  1. Adil

Keadilan Allah adalah keadilan yang tidak berpihak kepada sekelompok manusia tertentu. Roma mengatakan bahwa Allah tidak memandang bulu (favoritism). Keadilan selalu berpihak pada kebenaran. Karena Allah itu adil dan benar.

Sebagai manusia kita diciptakan dengan rasa keadilan, sehingga ketika terjadi ketidakadilan, jiwa kita merasakan pemberontakan. Contohnya, bangsa Israel yang berteriak kepada Allah karena perlakuan Firaun yang semena-mena terhadap mereka. Dalam hal ini, Allah yang adil tidak membiarkan ketidakadilan merajalela, sehingga Allah bertindak membebaskan mereka melalui kepemimpinan Musa.  Salomo juga menunjukkan rasa keadilan ketika ia memutuskan kasus perebutan bayi oleh dua orang ibu.

Lihatlah dalam kehidupan sehari-hari di sekelilingmu. Apakah keadilan telah ditegakkan dengan baik? Temukan kasus baru-baru ini melalui berita Koran, majalah atau internet mengenai keadilan dan ketidak adilan. Berikan tanggapanmu terhadap kasus tersebut.

Bagaimana kamu menerapkan keadilan dalam kehidupan sehari-hari? Berikan contohnya.

  1. Setia (Mat 28:14-30)

Allah adalah Allah yang setia, kesetiaan Allah nyata dalam janji dan penggenapannya, memelihara dan menopang seluruh ciptaanNya. Kristus pun setia dalam mengemban misi ketika datang ke dunia. Ia setia bahkan sampai mati di kayu salib (Fil 2:8), walaupun itu dijalaninya dengan penuh pergumulan.

Maka Allah juga menghendaki umat setia kepadaNya, melalui setiap hal yang dipercayakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Jika kita setia dalam perkara kecil maka tentu dipercaya dalam hal yang lebih besar. Pengorbanan Ishak adalah contoh kesetiaan Abraham kepada Allah. Tokoh dalam Perjanjian Baru yang menunjukkan kesetiaan dalam mempertahankan iman antara lain adalah Stefanus. Sebutkan tiga tokoh Alkitab lainnya yang menunjukkan kesetiaan.

Kemampuan untuk setia didasarkan pada keyakinan yang teguh atas janji Allah dan kepercayaan penuh atas pemeliharaan dan perlindungan Allah terhadap hidup kita. Contohnya adalah Hana, ia begitu setia berdoa menantikan Allah untuk memperoleh seorang anak.

Kesetiaan diuji melalui rutinitas, rentangan waktu yang panjang, dan juga melalui kesulitan yang menghadang. Kesetiaan melingkupi berbagai aspek kehidupan, baik kehidupan spiritualitas, studi, pekerjaan, relasi pertemanan, maupun pernikahan.

  1. Rendah Hati (Fil 2:8)

Apakah yang dimaksud dengan kerendahan hati?

Allah adalah Allah yang rendah hati. Sekalipun Ia adalah pencipta yang maha kuasa, Allah yang kudus dan tidak berkompromi terhadap dosa, namun ketika Allah mendapatkan manusia melanggar hukum Allah, jatuh dalam dosa, Allah tetap mencari manusia (Kej 3:16), bahkan Allah memberikan yang terbaik kepada manusia yaitu AnakNya yang tunggal untuk mati di atas kayu salib bagi penebusan umat yang telah memberontak dihadapanNya.

Yesus adalah teladan kerendahan hati yang patut kita contoh. Allah yang mulia dan tak terbatas, menjadi manusia terbatas yang lahir di kandang yang hina, bahkan mati dengan cara yang paling hina di atas kayu salib, demi keselamatan manusia.

Contoh lain dalam Alkitab yang menunjukkan kerendahan hati adalah Filemon terhadap Onesimus, serta Yusuf terhadap saudara-saudaranya ketika ia telah menjadi orang kepercayaan Firaun di Mesir. Mengapakah kedua tokoh ini bisa disebut sebagai orang yang rendah hati? Berikan pandanganmu.

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Bahan PAK tingkat SMU. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s